Pertamina Berbagi Bersama 500 Anak Yatim

Pertamina Berbagi Bersama 500 Anak Yatim

Liputan6.com, Jakarta - Belasan anak-anak Panti Asuhan Nuruz Zahroh, JL Fort Timur, Kel. Koja Jakarta Utara nampak masih aktif membersihkan panti. Sebagian lainnya mengisi waktu puasa dengan belajar bersama teman-temannya dan terlihat beberapa anak sedang membaca ayat suci Al Qur'an.

Lebih dari satu bulan sejak Pandemi Covid-19 melanda tanah air, para penghuni panti secara ketat menerapkan social distancing. Anak-anak menjalankan aktivitas di lingkungan panti, mengenakan masker dan tidak keluar dari lingkungan panti.

Sementara anak yatim binaan panti, yang masih tinggal bersama keluarganya, untuk sementara tinggal di rumah dan dengan tetap mengikuti kegiatan belajar secara online dan mengaji di rumah masing-masing.

Memasuki puasa minggu ke-2, Panti Asuhan binaan H. Sultoni kedatangan tamu Pertamina Peduli.

Vice President Corporate Social Responsibility & Small Medium Entreprise Partnership Program (CSR & SMEPP) PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, berkunjung dan menyerahkan bantuan sembako, santunan, perlengkapan sekolah, perlengkapan kebersihan termasuk materi edukasi Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) serta paket ibadah kepada perwakilan anak panti asuhan.

"Ayo adik-adik, duduk yang rapi ya. Jangan lupa, maskernya tetap dipakai. Tenang, semua nanti dapat bagian, karena kita harus tetap jaga jarak, biar perwakilan saja yang menerima," kata H. Sultoni pimpinan panti.

Selain Panti Asuhan Nuruz Zahroh, Pertamina Peduli juga berkunjung ke Panti Al Muttaqin, di Jl Mangga Lontar II, Kel Tugu Utara, Kec Koja, Jakarta Utara. Panti Al Muttaqin saat ini membina 80 anak, santri putra dan putri.

Salah satu anak binaannya, Sulfiah (12 tahun) amat senang menerima kunjungan Pertamina Peduli. Satriwati yang bercita-cita menjadi pengacara ini mengaku, bingkisan Pertamina akan menambah motivasinya untuk belajar dengan lebih giat.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari Pertamina, akan sangat berguna buat kami,” tambah Sulfiah.

Lain lagi dengan Latief, salah satu santri yang dari kecil tinggal di panti asuhan tersebut. “Saya kalau besar pengin jadi petugas pemadam kebakaran, supaya bisa menolong banyak orang,” ucap Latief lantang.

Komentar